Senin, 28 November 2011

pengolahan sampah


Nama              : fatkhurroziqin
Nmp                : 0910301025
Mata kuliah   : IAD
Judul              : Pengolahan Sampah
BAB I
PENDAHULUAN

1.LATAR BELAKANG
Sampah merupakan masalah bagi semua manusia.masalah sampah tidak lagi dikatan sebuah persoalan yang sederhana,tapi sampah merupakan persoalan yang berat,yang sulit dihentikan.karena sampah semakin hari,semakin bertambah banyak,sehingga dapat dikatan sampah merupakan masalah yang tak pernah ada habisnya.keberadaan sampah saat ini sangat memprehatinkan,hal ini terlihat dengan banyaknya sampah yang ditimbun di tempat umum seperti di pingir jalan,di pasar dan tempat umum lainya. Di kota-kota besar untuk menjaga kebersihan sering kali menyingkirkan sampah ke tempat yang jauh dari pemukiman atau yang biasa disebut Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Aktivitas manusia selalu meninggalkan sisa dalam memanfaatkan alam dan sisa tersebut diperlakukan sebagai barang buangan.Sampah adalah buangan berupa padat yang merupakan polutan umum yang dapat menyebabkan turunnya nilai keindahan pada lingkungan, membawa berbagai jenis penyakit, menimbulkan polusi, menyumbat saluran air dan berbagai akibat negative lainya.
Saat ini pola perilaku masyarakat masih menggunakan pola perilaku yang lama.bagi masyarakat,sampah dianggap barang yang tak berguna lagi dan mereka merasa cukup membuang sampah pada tempatnya.masyarakat belum  sadar pada dampak yang ditimbulkan oleh sampah tersebut.jika masyarakat hanya membuang sampah pada tempatnya,padahal masyarakat tak pernah henti membuang sampah,sehingga sampah tersebut semakin hari,semakin penuh.kemudian harus kemana lagi masyarakat harus membuang sampah ,jika tempat pembuangan sampah tersebut sudah penuh.
Masalah sampah merupakan masalah yang serius bagi manusia,sehingga dalam penanganan masalah tentang sampah harus didasari rasa kesadaran bagi semua manusia,akan dampak yang ditimbulkan oleh sampah tersebut.masyarakat dapat mengatasi masalah sampah tidak hanya dibuang begitu saja,namun sampah harus dikelola dengan baik,agar sampah tidak menumpuk.



2.PERUMUSAN MASALAH SAMPAH
a. saat ini pemahaman masayarakat dalam pengelolaan atau pemanfaatan sampah masih kurang.sebagian besar masyarakat menganggap,jika membuang sampah pada tempatnya,permasalahan tentang sampah sudah terselesaikan.
b. kesadaran dan perilaku masyarakat harus segera di benahi.selain itu masyarakat harus diberitahu bagaimana seharusnya memperlakukan sampah.masyarakat harus diberi informasi tentang pengelolaan atau pemanfaatan sampah yang baik.
c. sampah yang dihasilkan semakin hari semakin banyak,sehingga sampah tersebut menumpuk.sampah tersebut hanya dibuang di TPA begitu saja.tanpa dikelola lagi.akibatnya di TPA sampah menjadi penuh dan membiarkan sampah-sampah ditempat umum semakin menumpuk,karena di TPA sudah tak mampu menampung sampah lagi.

Melihat kondisi tentang sampah yang semakin menumpuk,penulis ingin memberi pemahaman kepada masyarakat bagaimana cara mengelola sampah yang baik dan benar.

3.MAKSUD,TUJUAN DAN SASARAN
A. MAKSUD
sehubungan permasalahan tentang sampah diatas,penulis bermaksud membantu masyarakat dalam penanganan sampah yang baik dan benar,yaitu dengan cara dikelola dengan benar.selain itu supaya masyarakat sadar akan bahaya sampah dan sadar akan apa yang harus dilakukan dalam penanganan sampah yang baik dan benar.
B. TUJUAN
tulisan ini dibuat untuk memberikan arahan dan petunjuk kepada masyarakat tentang cara pengelolaan sampah yang baik dan benar.selain itu bertujuan merubah perilaku masyarakat yang tadinya kurang perduli terhadap masalah sampah menjadi peduli akan sampah dan ikut berperan dalam penangan sampah.diharapkan masyarakat juga mampu memilah atau memisahkan sampah yang organic dan juga sampah yang nonorganic.
C. SASARAN
tulisan ini ditujukan kepada masyarakat,agar tulisan ini dapat dibuat acuan atau referen bagaimana pengelolaan sampah yang baik dan benar.

4.RUANG LINGKUP
Makalah ini membahas tentang pengertian sampah, jenis - jenis sampah dan pengelolaan sampah yang baik dan benar

BAB II
PEMBAHASAN

1.Pengertian tentang sampah
Sampah adalah barang atau benda yang dibuang karena tidak terpakai lagi(misalnya kotoran seperti daun,kertas dsb),(kamus Besar Bahasa Indonesia ,Balai Pustaka, 1999). Sampah merupakan material sisa yang tidak diinginkan setelah berakhirnya suatu proses. Sampah merupakan didefinisikan oleh manusia menurut derajat keterpakaianya, dalam proses – proses alam sebenarnya tidak ada konsep sampah, yang ada hanya produk – produk yang dihasilkan setelah dan selama proses tersebut berlangsung.


2.Jenis – jenis sampah
            2.1 Berdasarkan sumbernya
                        2.1.1 Sampah alam
Sampah alam adalah sampah yang diproduksi di kehidupan liar,diintegrasikan melalui proses daur ulang alami, seperti halnya daun – daun kering di hutan yang terurai menjadi tanah.Diluar kehidupan liar,sampah – sampah ini dapat menjadi masalah,misalnya daun – daun kering disekitar lingkungan.

                        2.1.2 Sampah manusia
Sampah manusia (inggris: human waste) adalah istilah yang biasa digunakan terhadap hasil – hasil pencemaran manusia, seperti feses dan urin. Sampah manusia dapat menjadi bahaya serius bagi kesehatan, karena dapat digunakan sebagai vector (sarana perkembangan) penyakit yang disebabkan virus dan bakteri. Salah satu perkembangan utama pada dialektika manusia adalah pengurangan penularan penyakit melalui sampah manusia dengan cara hidup yang higienis dan sanitasi. Termasuk didalamnya adalah perkembangan teori penyaluran pipa(plumbing). Sampah manusia dapat dikurangi dan dipakai ulang misalnya melalui system urinoir tanpa air.

                        2.1.3 Sampah konsumsi
Sampah konsumsi adalah sampah yang dihasilkan dari sisa – sisa produksi dan sampah yang dihasilkan dari sisa – sisa kebutuhan manusia setiap hari,yang sudah tidak dipakai lagi. Sampah dari sisa konsumsi ini merupakan sampah yang paling banyak, hal ini disebabkan karena kebutuhan manusia yang semakin hari, kebutuhanya semakin meningkat,sehingga pemroduksiannya juga semakin banyak.oleh sebab itu sampah konsumsi merupakan sampah yang tak ada hentinya. Sampah konsumsi ini ada yang organic maupun non-organik.
                        2.1.3 Limbah Radioaktif
Limbah Radioaktif ini meliputi: sampah nuklir,sampah industri, sampah pertambangan. Sampah nuklir merupakan hasil dari fusi nuklir dan fisi nuklir yang menghasilkan uranium dan thorium yang sangat berbahaya bagi lingkungan hidup dan juga manusia.oleh karena itu sampah nuklir disimpan di tempat – tempat yang tidak berpotensi tinggi. Untuk aktivitas tempat – tempat yang dituju biasanya bekas tambang garam atau dasar laut(walaupun jarang namun kadang masih dilakukan).

            2.2 Berdasarkan sifatnya
                        2.2.1 Sampah Organik(sampah dapat diurai)
Sampah organik adalah sampah yang mudah terurai oleh mikroorganisme,sehingga mudah membusuk. Contoh sampah organik ialah dedaunan,daging,sayuran,buah – buahan. Cara menanganinya adalah dengan mengolahnya menjadi kompos.

                        2.2.2 Sampah Nonorganik(sampak tidak terurai)
Sampah Nonorganik adalah sampah yang tidak dapat terurai oleh mikroorganisme. Contohnya plastic, karet, kain, timah, besi dan lain sebagainya. Cara menanggulanginya adalah dengan mendaur ulang kembali menjadi barang – barang yang lebih bermanfaat.

2.2.3 Sampah berbahaya beracun (B3)
Sampah berbahaya beracun adalah sejenis sampah yang dapat membahayakan manusia,baik secara langsung maupun tidak langsung. Contohnya baterai bekas, sampah medis/sampah rumah sakit, bahan kimia seperti air raksa, alcohol dan lain sebagainya. Cara penanggulangannya dengan membawa barang-barang tersebut ke TPA khusus B3 yang jauh dari lingkungan penduduk agar tidak membahayakan manusia.

            2.3 Berdasarkan Bentuknya
                        2.3.1 Sampah padat
Sampah padat adalah segala bahan buangan selain kotoran manusia,hewan,urine dan sampah cair. Sampah padat dapat berupa sampah rumah tangga: sampah dapur, sampah kebun, plastik, gelas, piring dan lain-lain.
Berdasarkan kemampuan diurai oleh alam (biodegradability), maka dapat dibagi menjadi dua:
1.      Biodegradable yaitu sampah yang dapat diuraikan secara sempurna oleh proses biologi baik aerob atau anaerob,seperti sampah dapur,sisa-sisa hewan,sampa pertanian dan perkebunan.
2.      Non-Biodegradable yaitu sampah yang tidak bias diuraikan oleh proses biologi.dapat dibagi menjadi dua bagian:
·         Recyclable yaitu sampah yang dapat diolah dan digunakan kembali karena memiliki nilai secara ekonomi,seperti plastic, kertas, dan lain-lain.
·         Non-Recyclable yaitu sampah yang tidak memiliki nilai ekonomi dan dapat diubah kembali,seperti carbon paper.
2.3.2  Sampah cair
Sampah cair adalah bahan cairan yang telah digunakan dan tidak diperlukan lagi dan dibuang ke tempat pembuangan sampah.
·         Limbah hitam yaitu sampah cair yang dihasilkan dari toilet. Sampah ini mengandung pathogen yang sangat berbahaya.
·         Limbah rumah tangga yaitu sampah cair yang dihasilkan dari dapur, kamar mandi dan tempat cucian.sampah ini mungkin mengandung pathogen.

3.Pengelolaan sampah
            3.1 Pengertian Pengelolaan Sampah
      Pengelolaan sampah adalah upaya untuk mengurangi volume sampah atau merubah bentuk menjadi bermanfaat, antara lain dengan cara pembakaran, pengomposan, dan pendaur-ulangan.

3.2 Sistem pengelolaan sampah
            3.2.1 Pembakaran
   System pembakaran ini menggunakan alat yang digunakan Insinerator. System ini sangat berguna untuk memperkecil volume sampah di TPA, namun system ini mempunyai kelemahan yaitu dapat menimbulkan polusi udara,karena asap yang dihasilkan oleh pembakaran ini sangat banyak.

                        3.2.2 Pengomposan
3.2.2.1  Pengomposan
    System Pengomposan adalah system pengelolaan sampah organik dengan bantuan mikroorganisme sehingga terbentuk pupuk organic atau pupuk kompos(Pedoman Pengelolaan Sampah Persampahan Perkotaan,Departemen Pemukiman dan Prasarana Wilayah Direktorat Tata Perkotaan dan Tata Pedesaan,2003).

3.2.2.2 Dasar – Dasar Pengomposan

Bahan-bahan yang Dapat Dikomposkan
   Pada dasarnya semua bahan- bahan organik padat dapat dikomposkan,misalnya; limbah organik rumah tangga,sampah organik pasar kota,kertas,kotoran limbah peternakan,limbah pertanian,limbah agroindustri,limbah pabrik kertas,dll. Bahan organik yang sulit untuk dikomposkan antara lain: tulang, tanduk, dan rambut.

Proses Pengomposan
   Proses pengomposan akan segera berlangsung setelah bahan-bahan mentah dicampur. Proses pengomposan secara sederhana dapat dibagi menjadi dua tahap, yaitu tahap aktif dan tahap pematangan. Selama tahap-tahap awal proses,oksigen dan senyawa-senyawa yang mudah terdegradasi akan segera dimanfaatkan oleh mikroba mesofilik. Suhu tumpukan kompos akan meningkat dengan cepat. Demikian pula akan diikuti dengan peningkatan pH kompos. Suhu akan meningkat hingga diatas 50o-70oC. suhu tetap akan tinggi selama waktu tertentu. Mikroba yang aktif pada kondisi ini adalah mikroba Termofilik.yaitu mikroba yang aktif pada suhu tinggi. Pada saat ini terjadi dekomposisi penguraian bahan organik yang sangat aktif. Mikroba-mikroba didalam kompos dengan menggunakan oksigen akan menguraikan bahan organik menjadi CO2, uap air dan panas. Setelah sebagian besar bahan telah terurai, maka suhu akan berangsur-angsur mengalami penurunan. Pada saat ini terjadi pematangan kompos tingkat lanjut,yaitu pembentukan komplek liat humus. Selama proses pengomposan akan terjadi penyusutan volume maupun biomassa bahan. Pengurangan ini dapat mencapai 30-40% dari volume bobot awal bahan.

Skema Proses Pengomposan Aerobik
Proses pengomposan dapat terjadi secara aerobik(menggunakan oksigen) atau anaerobic(tidak menggunakan oksigen). Proses yang dijelaskan sebelumnya adalah proses aerobic, dimana mikroba menggunakan oksigen dalam proses dekomposisi bahan organik. Proses dekomposisi dapat juga terjadi tanpa menggunakan oksigen yang disebut anaerobic. Namun, proses ini tidak diinginkan, karena selama proses pengomposan akan dihasilkan bau yang tidak sedap. Proses anaerobic akan menghasilkan senyawa-senyawa berbau tidak sedap, seperti: asam-asam organik (asam asetat, asam butirat, asam valerat,puttrecine), ammonia dan H2S.
Gambar profil suhu dan populasi mikroba selama pengomposan

Table organisme yang terlibat dalam proses pengomposan

Kelompok organisme              Organisme
Mikroflora                                Bakteri: Aktinomicetes: Kapang
Mikrofanuna                             Protozoa
Makroflora                                Jamur tingkat tinggi
Makrofauna                              cacing tanah, rayap, semut, kutu, dll.

Proses pengomposan tergantung pada:
1.      Karakteristik bahan yang dikomposkan
2.      Activator pengomposan yang dipergunakan
3.      Metode pengomposan yang dilakukan

Strategi Mempercepat Proses Pengomposan
Pengomposan dapat dipercepat dengan beberapa strategi. Secara umum strategi untuk mempercepat proses pengomposan dapat dikelompokkan menjadi 3, yaitu:
1.      Memanipulasi kondisi/factor-faktor yang berpengaruh pada proses pengomposan. Contohnya rasio C/N yang optimum.
2.      Menambahkan organisme yang dapat mempercepat proses pengomposan: mikroba pendegradasi bahan organik dan vermikompos (cacing).
3.      Menggabungkan strategi pertama dan kedua.

3.2.2.3        Manfaat kompos
Kompos ibarat multi vitamin untuk tanah pertanian. Kompos akan meningkatkan kesuburan tanah dan merangsang perakaran yang sehat. Kompos memperbaiki struktur tanah dengan meningkatkan bahan organik tanah dan akan meningkatkan kemampuan tanah untuk mempertahankan kandungan air tanah. Aktivitas mikroba tanah yang bermanfaat bagi tanaman akan meningkat dengan penambahan kompos. Aktivitas mikroba ini membantu tanaman untuk menyerap unsur hara dari tanah dan menghasilkan senyawa yang merangsang pertumbuhan tanaman. Aktivitas mikroba tanah juga diketahui dapat membantu tanaman menghadapi serangan penyakit.
Tanaman yang dipupuk dengan kompos juga cenderung lebih baik kualitasnya dari pada tanaman yang dipupuk menggunakan pupuk kimia.

3.2.3 Pendaur-ulangan
3.2.3.1 Penjelasan Daur ulang
            Daur ulang adalah proses untuk menjadikan suatu bahan bekas menjadi bahan baru dengan tujuan mencegah adanya sampah yang sebenarnya dapat dijadikan sesuatu yang berguna, mengurangi penggunaan bahan baku yang baru, mengurangi penggunaan energy, mengurangi polusi, kerusakan lahan, dan emisi gas rumah kaca jika dibandingkan dengan proses pembuatan barang baru. Daur ulang salah satu strategi pengelolaan sampah padat yang terdiri atas kegiatan pemilahan, pengumpulan, pemrosesan, pendistribusian dan pembuatan produk/material bekas pakai, dan komponen utama dalam manajemen sampah modern dan bagian ketiga dalam proses hierarki sampah 3R(Reuse, Reduce, and Recycle).
Material yang bisa didaur ulang terdiri dari sampah kaca, plastic, kertas, logam, tekstil, dan barang elektronik. Meskipun mirip proses pembuatan kompos yang umumnya menggunakan sampah biomassa yang bisa didegradasi oleh alam, tidak dikategorikan sebagai proses daur ulang. Daur ulang lebih difokuskan kepada sampah yang tidak bisa didegradasi oleh alam secara alami demi pengurangan kerusakan lahan. Secara garis besar, daur ulang adalah proses pengumpulan sampah, penyortiran, pembersihan dan pemrosesan material baru untuk diproduksi.
            Pada pemahaman yang terbatas, proses daur ulang harus menghasilkan barang yang mirip dangan barang yang aslinya dengan material yang sama, contohnya kertas bekas harus menjadi kertas dengan kualitas yang sama, atau busa polistirena bekas harus menjadi polistirena dengan kualitas yang sama. Seringkali hal ini sulit dilakukan karena lebih mahal dibanding dengan proses pembuatan dengan bahan yang baru. Jadi, daur ulang adalah proses penggunaan kembali material menjadi produk yang berbeda. Bentuk lain dari daur ulang adalah ekstraksi material berharga dari sampah,seperti emas dari prosesor computer, timah hitam dari baterai, atau ekstraksi material yang berbahaya bagi lingkungan, seperti merkuri.
Daur ulang adalah sesuatu yang luar biasa yang bisa didapatkan dari sampah. Proses daur ulang alumunium dapat menghemat 95% energy dan menguragi polusi udara sebanyak 95%,jika penghematan yang cukup besar pada energy juga didapat dengan mendaur ulang kertas, logam, kaca, dan plastic.
                                    3.2.3.2  Material yang dapat didaur ulang dan prosesnya
3.2.3.2.1 Bahan Bangunan
         Material bangunan bekas yang telah dikumpulkan dihancurkan dengan mesin penghancur. Terkadang bersamaan dengan aspal, batu bata, tanah dan batu. Hasil yang lebih kasar bisa dipakai menjadi pelapis jalan semacam aspal dan hasil yang lebih halus bisa dipakai untuk membuat bangunan baru semacam bata.
3.2.3.2.2 Baterai
         Banyak variasi dan ukuran baterai membuat proses daur ulang bahan ini lebih relative sulit. Mereka harus disortir terlebih dahulu, dan tiap jenis memiliki perhatian khusus dam pemrosesanya. Misalnya, baterai jenis lama masih mengandung merkuri dan cadmium, harus ditangani secara lebih khusus demi mencegah kerusakan lingkungan dan kesahatan manusia. Baterai mobil umumnya jauh lebih mudah dan lebih murah didaur ulang
3.2.3.2.3 Barang Elektronik
         Barang elektronik yang populer seperti computer dan handphone umumnya tidak didaur ulang, karena belum jelas perhitungan manfaat ekonominya. Material yang dapat didaur ulang dari barang elektronik misalnya logam yang terdapat pada barang elektronik tersebut (emas, besi, baja, silicon, dll). Ataupun bagian-bagian yang masih dapat dipakai (microchip, processor, kabel, resistor, plastic, dll). Namun tujuan utama dari proses daur ulang, yaitu kelestarian lingkungan, sudah jelas dapat menjadi tujuan diterapkanya proses daur ulang pada bahan ini meski manfaat ekonominya masih belum jelas.
3.2.3.2.4 Logam
         Besi dan baja adalah sejenis logam yang paling banyak didaur ulang di dunia. Termasuk salah satu yang termudah karena mereka dapat dipisahkan dari sampah lainnya dengan magnet. Daur ulang meliputi proses logam pada umumnya, peleburan dan percetakan kembali. Hasil yang didapat tidak mengurangi kualitas logam tersebut. Contohnya lainya adalah alumunium, yang merupakan bahan daur ulang paling efisien di dunia. Namun pada umumnya, semua jenis logam dapat didaur ulang dengan tidak terbatas.
3.2.3.2.5 Bahan Lainnya
         Kaca dapat juga didaur ulang. Kaca yang didapat dari botol dan lain sebagainya dibersihkan dari bahan kontaminan, lalu dilelehkan bersama-sama dengan material kaca baru. Dapat juga dipakai sebagai bahan bangunan dan jalan. Sudah ada Glassphalt yaitu bahan pelapis jalan dengan menggunakan 30% material kaca daur ulang.
         Kertas juga dapat didaur ulang dengan mencampurkan kertas bekas yang telah dijadikan pulp dengan material kertas baru. Namun kertas akan selalu mengalami penurunan kualitas jika terus didaur ulang. Hal ini menjadikan kertas harus didaur ulang dengan mencampurkannya dengan material baru, atau mendaur ulang menjadi bahan yang berkualitas rendah.
         Plastik dapat didaur ulang sama halnya seperti mendaur ulang logam. Hanya saja terdapat berbagai jenis plastik di dunia ini. Saat ini diberbagai produk plastic terdapat kode mengenai jenis plastik yang membentuk material tersebut sehingga mempermudah untuk mendaur ulang. Suatu kode di kemasan yang berbentuk segitiga 3R dengan kode angka ditengah-tengahnya adalah contohnya. Suatu angka tertentu menunjukkan jenis plastik tertentu, dan kadang diikuti dengan singkatan, missalnya LDPE untuk Low Density Poly Etilence, PS untuk Polistirena dan lain-lain, sehingga mempermudah proses pendauran.













BAB III
PENUTUP

KESIMPULAN DAN SARAN
1.KESIMPULAN
Sampah merupakan masalah bagi manusia.setiap hari sampah semakin menumpuk.jika sampah itu tidak dikelola akan menyebabkan penyakit,menimbulkan polusi,menyumbat saluran air dll.tidak harus petugas kebersihan yang menangani masalah sampah,tetapi kita harus ikut dalam penanganan masalah sampah dengan cara mengelola sampah tersebut dengan baik dan benar,yaitu dengan cara:
1.      pendauran ulang
2.      pengomposan
3.      pembakaran
2.SARAN
Adapun saran yang penulis berikan yaitu:
a.diharapkan para pembaca lebih bersifat kritis dalam penanganan masalah tentang sampah.
b.setelah membaca tulisan ini di harapkan kepada pembaca untuk mempraktekkan dalam kehidupan sehari-hari,dalam pengelolaan sampah.
c.buanglah sampah pada tempatnya.

Dengan adanya pembahasan mengenai masalah sampah dan juga pengelolaan sampah, diharapkan melengkapi karya tulis ini,agar lebih lengkap.












DAFTAR PUSTAKA

Sismanto,Dr.Hartantyo,Eddy.Sudarmaji.2003.Geofisika Lingkungan. Yogyakarta:
Laboratorium Geofisika Jurusan Fisika FMIPA UGM

Trisnawati,Heni.2009.Pemodelan Pola Rembesan Limbah Domestik dengan Menggunakan
Metode Geolistrik.Malang:Universitas Negeri Malang

Isroi. 2008. KOMPOS. Makalah. Balai Penelitian Bioteknologi Perkebunan Indonesia, Bogor.
Djuwendah, E., A. Anwar, J. Winoto, K. Mudikdjo. 1998. Analisis Keragaan
Ekonomi dan Kelembagaan Penanganan Sampah Perkotaan, Kasus di
Kotamadya DT II Bandung Provinsi Jawa Barat. Tesis Program Pascasarjana
IPB. Tidak diterbitkan.
134

Sumber lainnya diambil dari internet.





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Comments List